Tinjauan Manajemen

Perkembangan STIKes Muhammadiyah Kendal dari tahun ke tahun mengalami peningkatan, hal ini dapat dilihat dari beberapa indikator yang ada. Tentu saja aspek mutu dan kualitas dalam pendidikan dan pelayanan harus menjadi prioritas utama sebagai bentuk upaya menjaga kepercayaan masyarakat. Pusat Penjaminan Mutu & Pengembangan (PPMP) STIKes Muhammadiyah Kendal yang memiliki tugas utama dalam mewujudkan sistem penjaminan mutu internal yang baik, setiap tahunnya harus berupaya keras dalam menjaga dan meningkatkan kualitas mutu pendidikan.

Upaya PPMP dalam mewujudkan STIKes Muhammadiyah Kendal menjadi perguruan tinggi yang bermutu, tergambar dari program kerja tahunan yang telah dibuat.

STIKes Muhammadiyah Kendal saat ini memiliki 3 Program StudiĀ  dengan jumlah mahasiswa hampir mencapai 600 mahasiswa, trend peminat penerimaan mahasiswa baru dari tahun 2003 sampai dengan 2019 menunjukan trend yang terus meningkat hal ini membuktikan bahwa keberadaan STIKes Muhammadiyah Kendal semakin mendapat kepercayaan dari Masyarakat.

Kepercayaan dari masyarakat tersebut merupakan modal untuk pengembangan STIKes Muhammadiyah Kendal di masa yang akan datang, selanjutnya STIKes Muhammadiyah Kendal perlu terus mempertahankan kepercayaan masyarakat tersebut dengan cara meningkatkan kualitas pelayanan bagi para mahasiswa dan bagi pihak-pihak yang memiliki kepentingan dengan STIKes Muhammadiyah Kendal. Untuk itu perlu mengimplementasikan Sistem Penjaminan Mutu secara konsisten dan menyeluruh.

Sistem Penjaminan Mutu dipandang sebagai salah satu cara untuk menjawab berbagai permasalahan pendidikan tinggi di Indonesia. Selain itu, SPMI dianggap mampu untuk menjawab tantangan pendidikan tinggi.

Secara umum, pengertian penjaminan mutu (quality assurance) pendidikan tinggi adalah:

  1. Proses penetapan dan pemenuhan standar mutu pendidikan secara konsisten dan berkelanjutan sehingga pelanggan memperoleh kepuasan.
  2. Proses untuk menjamin agar mutu lulusan sesuai dengan kompetensi yang ditetapkan/dijanjikan sehingga mutu dapat dipertahankan secara konsisten dan ditingkatkan secara berkelanjutan.

Dengan kata lain, perguruan tinggi dikatakan bermutu apabila mampu menetapkan dan mewujudkan visinya melalui pelaksanaan misinya (aspek deduktif), serta mampu memenuhi kebutuhan/memuaskan stakeholders (aspek induktif) yaitu kebutuhan masyarakat, dunia kerja dan profesional. Sehingga, perguruan tinggi harus mampu merencanakan, menjalankan dan mengendalikan suatu proses yang menjamin pencapaian mutu.

Untuk mewujudkan itu semua, diperlukan syarat-syarat normatif yang wajib dipenuhi oleh STIKes Muhammadiyah Kendal. Syarat-syarat tersebut tertuang dalam beberapa asas, yaitu:

  1. Internally driven
  2. Komitmen
  3. Tanggungjawab/pengawasan melekat
  4. Kepatuhan kepada rencana
  5. Evaluasi
  6. Peningkatan mutu berkelanjutan

Tujuan penjaminan mutu adalah memelihara dan meningkatkan mutu pendidikan tinggi secara berkelanjutan, yang dijalankan secara internal untuk mewujudkan visi dan misi STIKes Muhammadiyah Kendal, serta untuk memenuhi kebutuhan stakeholders melalui penyelenggaraan Tridharma perguruan tinggi.

Hal tersebut dapat dilaksanakan secara internal oleh STIKes Muhammadiyah Kendal, dikontrol dan diaudit melalui kegiatan akreditasi yang dijalankan oleh Badan Akreditasi Nasional (BAN) Perguruan Tinggi maupun Lam PTKes atau lembaga lain secara eksternal. Sehingga obyektifitas penilaian terhadap pemeliharaan dan peningkatan mutu akademik secara berkelanjutan di suatu perguruan tinggi dapat diwujudkan.